Banyak yang bertanya, "Mungkinkah sekolah memiliki website resmi dengan domain .sch.id tanpa harus membayar biaya hosting jutaan rupiah setiap tahun?" Jawabannya: Sangat mungkin, bahkan biayanya tidak sampai Rp100.000,- per tahun!
Sebagai Operator Sekolah Dasar yang dituntut kreatif di tengah keterbatasan anggaran, kita bisa menggunakan strategi cerdas: Membeli domainnya saja, lalu menumpangkan sistemnya di Google Sites.
Efisiensi Anggaran: Biaya tahunan domain .sch.id saat ini sangat terjangkau, rata-rata hanya sekitar Rp55.000 hingga Rp75.000 per tahun. Tidak ada lagi tagihan sewa server (hosting) yang membengkak hingga jutaan rupiah.
Kapasitas Tanpa Batas: Website tidak akan down meskipun diakses banyak orang (misalnya saat PPDB), karena menggunakan infrastruktur Google yang stabil.
Kemudahan Kelola: Kita bisa berkolaborasi dengan rekan guru tanpa perlu menguasai bahasa pemrograman yang rumit.
Sebelum ke teknis Google Sites, kita harus memiliki domain resmi. Domain .sch.id adalah domain khusus sekolah yang dikelola oleh PANDI.
Siapkan Dokumen: Karena ini domain resmi, siapkan scan/foto Surat Permohonan Kepala Sekolah dan SK Pendirian Sekolah/Izin Operasional.
Pilih Registar: Buka situs penyedia domain (seperti DomaiNesia, Niagahoster, atau lainnya).
Cek Ketersediaan: Cari nama sekolah Anda, misalnya sdncontoh01.sch.id.
Checkout & Upload: Bayar biaya domain (biasanya di bawah 100rb), lalu unggah dokumen persyaratan di panel yang disediakan. Tunggu proses verifikasi (biasanya 1-2 hari kerja).
Akses sites.google.com menggunakan akun instansi atau akun Belajar.id.
Desain tampilan website sesuai kebutuhan sekolah (Profil, Galeri, Informasi PPDB, dll).
Klik tombol Publikasikan, lalu pada bagian Domain Kustom, pilih menu Kelola.
Setelah domain aktif, hubungkan dengan Google Sites melalui panel manajemen DNS:
CNAME Record: Host: www | Target: ghs.googlehosted.com
TXT Record: Host: @ | Value: Masukkan kode verifikasi yang didapat dari Google Sites (diawali google-site-verification=...).
URL Redirect: Aktifkan agar alamat tanpa www otomatis mengarah ke alamat dengan www.
Website sekolah adalah wajah digital kita. Dengan memaksimalkan Google Sites, kita tetap bisa tampil profesional sebagai support system sekolah tanpa harus membebani anggaran operasional secara berlebihan. Inilah wujud kreativitas nyata Operator Sekolah.